Macam-macam Lensa pada Kamera DSLR

Masih bingung memilih lensa yang tepat untuk anda? Yuk kenali terlebih dahulu jenis dan macam lensa pada kamera dslr berikut ini
jenis-jenis lensa kamera dslr

Ketika anda ingin membeli sebuah kamera dslr, maka salah satu hal yang harus anda perhatikan adalah lensa kamera yang akan anda gunakan.

Pertimbangkan apakah anda akan membeli lensa kit atau mungkin berencana membeli lensa yang sesuai dengan kebutuhan foto anda.


Nah, bagi anda yang belum familiar dengan istilah lensa dslr sebaiknya mulailah untuk mengenal macam dan jenis lensa kamera.

Jenis-jenis Lensa Kamera dan Fungsinya


Dalam dunia fotografi, lensa merupakan bagian penting dari kamera yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya. Dan lensa memiliki banyak jenis.

Setiap jenis lensa mempunyai fungsi dan memberikan efek serta karakteristik masing-masing yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan fotografer.

Disini saya akan mengulas jenis-jenis lensa pada kamera dslr dan fungsinya.

aneka lensa kamera dslr

Secara umum lensa pada kamera DSLR terbagi menjadi dua jenis yaitu lensa zoom dan lensa prime atau yang disebut juga lensa fix.

Masing-masing dari jenis lensa tersebut sengaja didesain untuk keperluan tertentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Mari bahas satu persatu.

1. Lensa Zoom


Lensa zoom adalah lensa yang memiliki rentang focal length (FLR) dan bisa diubah-ubah sesuai dengan focal length yang ditentukan pada lensa tersebut.

lensa zoom 18-55mm

Sebagai contoh lensa 18-55mm berarti anda dapat mengatur focal mulai dari 18mm hingga focal maksimum 55mm. contoh lain yaitu lensa 18-135mm.

Fungsi atau keunggulan dari lensa zoom yaitu:

Ketika anda memotret sebuah objek yang jauh anda tidak perlu berjalan mendekati objek tersebut, namun cukup melakukan zooming dengan mengubah focal length lensa hingga ke titik focal maksimum.

Kemudian, lensa zoom memiliki turunan bernama lensa tele dan lensa wide.

1.2 Lensa Zoom Tele


lensa tele

Zoom Tele adalah jenis lensa yang memiliki focal length yang lebih panjang dari ukuran standar dan didesain khusus untuk memotret objek jarak jauh.

Berikut ini merupakan contoh hasil jepretan lensa tele:

hasil jepretan dengan lensa tele

Biasanya lensa ini digunakan untuk memotret di alam liar (wildlife photography) seperti memotret hewan dari kejauhan atau kegiatan olahraga.

1.2 Lensa Zoom Wide


lensa wide angle

Zoom Wide adalah jenis lensa yang memiliki focal length yang pendek tetapi memiliki jangkauan yang jauh lebih lebar dari lensa tele.

Fokal lensa yang bisa dibilang lebar adalah antara 10-30mm, sementara dibawah 10mm sudah masuk kelas fish eye.

Berikut ini contoh beberapa produk lensa zoom wide:

  • Tokina 11-16mm f/2.8 DX
  • Sigma 10-20mm f/3.5 EX DC HSM
  • Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM
  • Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX

Contoh hasil jepretan dengan lensa wide:

hasil jepretan kamera dengan lensa wide

Oleh sebab itu lensa ini lebih dikhususkan untuk memotret pemandangan (landscape) agar bisa menjangkau banyak subjek.

1.3 Kelebihan dan Kekurangan Lensa Zoom


Kedua jenis lensa zoom di atas (Lensa Tele dan Lensa Wide) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing baik secara fungsi dan fisik.

Lensa zoom tele memiliki ukuran fisik yang lebih panjang dan bobot yang lebih berat dibandingkan dengan lensa zoom wide yang berukuran pendek dan ringan.

Secara fungsi lensa zoom tele sangat sulit digunakan untuk memotret momen keluarga apalagi jika itu berada dalam ruangan.

Berbeda halnya dengan lensa zoom wide yang justru bisa memotret sekalipun itu rombongan orang yang banyak karena jangkauan lensa ini memang sangat lebar.

2. Lensa Prime


lensa prime atau lensa fix

Lensa prime atau dikenal juga dengan sebutan lensa “fix” adalah jenis lensa yang memiliki focal length tunggal / tetap dan tidak bisa diubah-ubah.

Sesuai dengan namanya maka jenis lensa ini hanya menggunakan satu focal length saja, contohnya “lensa prime 50mm”.

Berbeda dengan lensa zoom, untuk melakukan zooming saat memotret objek yang jauh anda harus berjalan maju mundur terhadap objek.

Secara fisik, kebanyakan lensa prime memiliki ukuran yang mungil dengan bobot ringan. Apalagi lensa ini sangat nyaman dan tidak repot dibawa kemana-mana.

Namun belakang, ada beberapa lensa prime untuk keperluan tele dengan focal length yang panjang dan bobot juga lebih berat.

Sementara sangat jarang lensa prime didesain untuk keperluan wide, dan lebih cenderung untuk keperluan portrait dan tele.

Kesimpulannya, bahwa kebutuhan wide maupun tele tidak lagi milik lensa zoom, tapi itu bisa juga diterapkan pada lensa prime.

Hanya saja pada lensa prime, focal lengthnya tunggal dan tetap, tidak seperti pada lensa zoom yang focal lengthnya bisa berubah-ubah.

Cara Membaca Spesifikasi Lensa


Jika sebelumnya anda sudah mengetahui beberapa jenis lensa dslr, sekarang kita akan mempelajari bagaimana cara membaca spesifikasinya.

Sebagai contoh: Tamron AF 28-300mm F/3.5-6.3 XR Di VC

Mari kita bahas satu persatu, Tamron : merek lensa, AF : Teknologi lensa untuk mengatur fokus secara otomatis, AF = Auto focus.

28-300: jangkauan panjang fokal lensa, semakin kecil angkanya maka semakin lebar jangkauannya, semkin besar angka semakin jauh jangkauannya.

Catatan: Lensa yang diberi kode xx-xx mm disebut lensa zoom, sedangngkan kode xx mm disebut prime lens/fixed lens.

F/3.5-6.3 : menunjukan bukaan terbesar lensa pada panjang fokal yang tertera. kalau lihat contoh maka berarti lensa tsb pada panjang fokal 28mm dia bisa membuka sampai f/3.5, sementara pada panjang fokal 300mm bukaan maksimalnya hanya bisa membuka sampai f/6.3.

Bila penulisannya hanya satu angka saja, maka artinya disemua panjang fokal bukaan terbesarnya akan selalu tetap.

XR Di VC : teknologi optik yang diterapkan di lensa tersebut. masing merk mempunyai kode masing-masing. seperti contoh di atas VC = vibration compensation, fungsinya mirip dengan IS = image stabilizer pada canon dan VR = Vibration Reduction pada Nikon.

Contoh lain yaitu: Canon EF 50mm f/1.8 II

EF berarti lensa digital canon, 50mm = jangkauan fokal lensa (lensa prime), sedangkan f/1.8 = maksimum bukaan lensa, lalu II = generasi ke-2.

Ada juga beberapa kode khusus pada lensa Canon:

  • L = Luxury atau mewah, lensa ini dibuat dengan teknologi dan bahan terbaik.
  • USM = Ultra Sonic Motor, Auto Fokus lensa ini cepat dan hampir tidak bersuara
  • I, II, III = huruf romawi tanda lensa ini telah disempurnakan berapa kali
  • TE-S = Tilt Shift Lens, lensa khusus yang bisa diputar-putar
  • Macro = Lensa spesialisasi untuk foto objek kecil
  • DO = Diffractive Optical Element, teknologi yang membuat lensa tidak sepanjang dan seberat original.

Tambahan


Selain dua jenis umum lensa di atas, lensa DSLR juga dibagi lagi secara spesifik menjadi beberapa kategori berdasarkan sudut pandang (Angle of View) dan focal length dari lensa tersebut.

Kategori lensa selalu disertakan dalam keterangan produk lensa yang dijual, sehingga ini akan mempermudah Anda memilih lensa yang tepat, sesuai dengan kebutuhan fotografi Anda.

Misalnya untuk kebutuhan landscape, kebanyakan fotografer memilih lensa wide-angle (ultra, typical, slightly), dan memilih lensa telephoto (long atau very) untuk kebutuhan wildlife dan olahraga.

Referensi